Renovasi diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Pos saat itu tanggal 27 September 1983, dengan nama Museum Pos dan Giro. Dengan peresmian ini, museum mengubah orientasi pelayanan dan pengembangan. Benda koleksi yang disajikan tidak hanya sebatas pada perangko, namun diperluas dengan benda-benda lain.yang bernilai sejarah, seperti peralatan pos, visulaisasi dan dioroma kegiatan pos. Seiring dengan berubahnya status perusahaan dari Perum menjadi Persero maka nama museum pun dirunah menjadi Museum Pos Indonesia.Sejak 1983, Museum Pos Indonesia mempunyai koleksi perangko dan benda filateli lainnya, bena-benda yang digunakan untuk pelayanan pos sejak jaman Hindia Belanda, buku-buku dan benda-benda lain yang bernilai sejarah.Terdiri dari dua lantai, lantai pertama dan bassement. Di lantai pertama memuat benda-benda koleksi sejarah, termasuk di dalamnya patung tokoh pos Indonesia, Mas Soeharto. Di basement, ribuan koleksi filateli bisa anda temukan. Perangko-perangko disusun dengan rapi dalam sejenis lemari yang dinamakan vitrin, baik yang terbuka maupun tertutup. Peralatan-peralatan pos yang digunakan sejak jaman Hindia Belanda, mulai dari kendaraan pengantar surat, timbangan surat, baju pengantar pos sampai stempel untuk menanggali surat.

Posting Komentar